TOL BERBAYAR RUAS BALSAM KALTIM JAUH DARI KEAMANAN DAN KENYAMANAN.
Kandilo.com : IrmaJaya


Ilustrasi titik rawan tol Balsam ; kecepatan 30 km/ jam pun di lintasan banyak titik tetap membuat kendaraan terhentak .
Samarinda, Kalimantan Timur
Kerusakan yang terus menggerus keutuhan badan jalan tol berbayar pada ruas Balikpapan–Samarinda (BALSAM) kian terasa dan dinilai tidak lagi memberikan kenyamanan bagi pengguna. Di sejumlah titik, kondisi jalan terlihat bergelombang dan mengalami penurunan struktur, sehingga menimbulkan hentakan keras saat dilalui kendaraan.
Upaya perbaikan yang dilakukan sejauh ini dinilai belum memenuhi persyaratan teknis sebagai jalan tol berbayar yang semestinya menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Padahal, dua aspek tersebut merupakan syarat mutlak yang harus menjadi perhatian utama penanggung jawab pengelolaan ruas tol.
Kondisi paling mengkhawatirkan adalah terjadinya penurunan badan jalan secara sporadis di beberapa titik. Akibatnya, kendaraan kerap terhentak keras dan pengendara merasakan sensasi tidak stabil, seolah berada dalam penerbangan yang mengalami turbulensi. Situasi ini jelas berpotensi membahayakan, khususnya bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Media online Kandilo.com merasakan langsung kerawanan tersebut saat melakukan perjalanan dari pintu masuk Tol Karang Joang hingga pintu keluar Muara Jembatan Mahkota Samarinda. “Guncangan hentakan terasa cukup kuat saat melewati beberapa titik, ditambah rambu peringatan yang minim dan kurang informatif,” demikian catatan lapangan yang dihimpun.
Apabila perbaikan konstruksi secara teknis memang memerlukan waktu, maka langkah mitigasi keselamatan seharusnya segera dilakukan. Penanganan yang berlarut-larut hanya akan mengabaikan hak dasar pengguna jalan tol, yakni rasa aman dan nyaman.Meski kondisi tersebut disadari bukan unsur kesengajaan, namun status jalan berbayar menuntut adanya standar pelayanan yang sepadan.
Prinsip safety first harus dikedepankan, terutama di titik-titik rawan, tidak semata mengandalkan deretan poligon atau pembatas statis.Diperlukan peringatan dini yang lebih efektif, seperti lampu hazard, rambu elektronik, atau kehadiran petugas lapangan sebagai pemberi aba-aba. Bahkan, bila keterbatasan personel menjadi kendala, dapat dipertimbangkan penggunaan alat peringatan visual bergerak sebagai pengganti sementara petugas manusia.
Langkah-langkah tersebut dinilai mendesak demi menekan potensi kecelakaan dan memastikan bahwa jalan tol BALSAM benar-benar selaras dengan prinsip pelayanan publik yang mengutamakan keselamatan pengguna.
