TERPAPAR RACUN MBG DI KABUPATEN PPU : SISWA SD WARU TERDAMPAK TERATASI OLEH TIM MEDIS.
Kandilo.com IrmaJaya


Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin pastikan siswa selamat ( Doc.Kandilocom)
Pemicu di handle Lankespol Balikpapan ;
Penajam Kalimantan Timur:
BREAKING NEWS
Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Siswa SD di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diduga mengalami keracunan makanan program MBG pada Rabu menjelang siang (11/2). Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti siswa terdampak belum diumumkan secara resmi.
Insiden terjadi di kecamatan yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Penajam, ibu kota Kabupaten PPU. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang disuplai oleh satu tim SPPG (Satuan Penyedia Pangan Gizi) dalam program tersebut.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Andi Singkeru serta Kepala Dinas Kesehatan dr. Grace Maksurat untuk segera turun ke lokasi.
“Segera ke lokasi kejadian dan pastikan pertolongan bagi anak-anak di titik kesehatan terdekat,” tegas Tohar yang juga menjabat Ketua MBG PPU.
Tohar memastikan penanganan cepat dilakukan demi keselamatan para siswa. Hasil koordinasi sementara menyebutkan kondisi siswa telah membaik dan tidak ada yang menjalani rawat inap.
“Siswa yang terdampak tadi sore sudah diperkenankan kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan telah diarahkan untuk ditangani pihak Polres PPU guna pemeriksaan laboratorium lebih lanjut di Laboratorium Kesehatan Bhayangkara Balikpapan.
Pemerintah Kabupaten PPU disebut bergerak cepat dan sinergis. Wakil Bupati Abdul Waris Muin bersama istri nya Indrayani turut merapat ke lokasi guna memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan PPU dr. Grace Maksurat saat dihubungi media Kandilocom meminta konfirmasi lanjutan dilakukan esok hari, mengingat kondisi fisiknya yang kelelahan usai penanganan di lapangan.
Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab pasti insiden ini masih menunggu hasil uji laboratorium.
