TEKNOLOGI RDF DIPILIH BUPATI FAHMI ATASI SAMPAH YANG MENGGUNUNG.
Kandilocom; IrmaJaya



Sinergi wujudkan teknologi RDF ; kiri Bupati Fahmi ; tengah Menteri LH DR Hanif dan paling kanan Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi ST ( create by Kandilocom)
Paser Kalimantan Timur;
Berawal dijalankan nya program handling persampahan oleh Bupati Paser Fahmi Fadly senyap dari publikasi. Apakah karena terpengaruh sengatan bau sampah, langkah konstruktif itu dalam bahasa seberang adalah : Behind-the-scenes initiative.
Waste to energy dari beragam pemanfaatannya ,mulai paling sederhana dijadikan material timbunan pada awal tahap Pembangunan Polda Jawa Timur kala itu – dalam ingatan penyaji pelintas menggunakan “bromfid” – sebutan populer sepeda motor diJatim kala itu – dipastikan mengernyit kan kening dan segera menahan nafas akibat aroma sampah menyengat pada masa itu ditahun 1980 an.
Dan saat ini Mapolda Jawa Timur telah berdiri megah maknanya material timbunan dulu sudah terbukti membawa manfaat indahnya taman di halaman markas Polda Jatim kini.
Lalu pada tapak lain ; penggunaan sampah meningkat dijadikan pupuk “kompos” dan kini dengan perkembangan ilmu thermodynamic yang bermuatan ‘heat transfer’ ( perhitungan perpindahan panas) maka sampailah sampah yang terpilah menjadi RDF – Refuse Derived Fuel ; kata Fuel diujung bermakna bahan bakar.
Menggunung nya tumpukan sampah di TPA Janju pasca berjalan 5 tahun pemerintahan Fahmi , jika digabung dengan periode awal; membuat logic frame work Fahmi bergetar dan terbawa mimpi untuk mengoptimalkan sampah menjadi energy meski tidak dengan menerapkan teknologi waste to energy yang masuk kategori investasi mahal.
Namun Kepala Daerah berlatar dokter kesehatan itu lebih memilih terapan middle teknology dengan beban biaya yang terjangkau dan mitra yang siap melicinkan marketing produknya.
Gerakan yang di tahap prepare dan penyiapan sarana prasarana nya , dengan menyimak manfaat menjanjikan terkhusus di program “zero waste to landfill” sangat di support Hendra Wahyudi dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Paser.
Bila kita membuka kembali prinsip dalam ilmu management produksi ada singkatan 5 M : detailnya Man, Money, Machine , Material and Market. Nah Paket 5 M ternyata ada didalam “saku’ Pemkab sehingga rencana strategis itu diwujudkan.
Saat ini “machine” sebagai prasyarat produksi berikut gedung nya telah ready untuk di dorong menjadi produk yang siap diserap oleh Market.
“Bersambung“
