REDUCING TKD DAN VENUE RENCANA PORPROV KALTIM.
Tinjauan Pragmastis ; IrmaJaya


Streamlining Budget Allocation ;
Rangkaian Kalimat diatas sebagai sub judul memiliki makna sederhana yakni Mengoptimalkan Alokasi Anggaran ; dimaksudkan agar penempatan belanja APBD tertuju ke Kabupaten Paser; karena Kabupaten Paser dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olah Raga Provinsi Kalimantan Timur ( Porprov) tentu penunjukan tadi adalah sebuah kepercayaan yang patut di hormati.
Jauh sebelum mempersiapkan Venue Venue Cabang Olah Raga ( Cabor) ; Bupati Fahmi telah membangun komunikasi intens terkhusus dengan PJ Gubernur Kaltim kala itu Akmal Malik dan mendapatkan ” hembusan angin segar” dijanjikan akan dibantu sepenuhnya oleh Provinsi Kalimantan Timur, namun seiring berakhirnya masa tugas Akmal Malik di Kaltim maka hembusan angin tadi terhenti.
Reducing TKD yang diberlakukan seNusantara turut me polarisasi prediksi stakeholder di Kalimantan Timur; tidak terkecuali Gubernur Rudy Mas’ud yang pernah menyebut TKD DBH Ke Kaltim terlampau kecil hanya 4,6 T ; padahal kontribusi Devisa dari Kaltim hampir menyentuh angka 140 T.
Release Kementerian Keuangan sempat menyebut TKD DBH Kaltim Rp 6, ++ T ; Dan Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin pada release nya mematok di ± Rp.7 T ; menyusut 50% dari semula di angka Rp 14 T.
Lalu dari kegalauannya Dia menyuntik semangat agar rekan rekan Daerah Kota dan Kabupaten dengan cerdas mesti menggali PAD agar Reducing TKD tidak terlampau menghujam program program Pembangunan Daerah . Sebuah saran Last But Not Least di kurun masa yang amat singkat.
Lanjut ; apakah “gercep” Bupati Fahmi salah , ditengah ketidak pastian support pendanaan dari Pusat , terkhusus Provinsi ? Jawabannya responsibility yang di kedepankan Fahmi harus mendapat dukungan para pihak ; karena sejatinya berniat memajukan perhelatan Olah Raga yang merupakan salah satu cara mengharumkan nama Daerah dan bila prestasi yang diraih para atlet atlet terbaik ke ajang Dunia akan mengharumkan Nama Negara Indonesia.
Sumber Media Kandilocom di lingkungan Pemerintah Kabupaten; menyebut langkah Fahmi bahkan sudah di guidance oleh Tim BPK yang turut men support akan kelengkapan Venue menyongsong perhelatan bergengsi Provinsi Kalimantan Timur tersebut.
Bahkan Media Kandilocom turut memandang dengan bening nya kacamata media ; jika memang ada Cabang Olahraga yang wajib dipertandingkan namun Venue nya belum tersedia; maka atas persetujuan para pihak bisa saja diselenggarakan di Kota dan atau Kabupaten terdekat ; boleh juga di kawasan IKN bila memang fasilitasnya mendukung. Terpenting langkah langkah optimal telah di upayakan Pemerintah Kabupaten Paser.
Atas KB DBH yang di bagian Judul menggunakan eufenisme dengan kombinasi bahasa Inggris dan Indonesia maka kata Reducing TKD lebih tepat di gunakan dari pada “maaf mengedepankan keluhan keluhan yang tidak menghasilkan solusi”.
Menghadapi “Real obstacle” terkait Reducing tadi Bupati Fahmi kekeh dan belum pernah terdengar hembusan keluhan dari Dia, termasuk Walkot Samarinda Andi Harun dan Walkot Bontang Neni.
Semangat seluruh Bupati dan Walkot se Kaltim patut didorong menuju tertata nya Pembangunan tanpa keluhan.
Semangat 80 Tahun Indonesia Merdeka tidak boleh menggoyang semangat person person terpercaya sebagai KDH di tambah dengan doktrin Retreat terintegasi se Indonesia di bulan Oktober 2024 silam di Magelang Jawa Tengah.
Semangat Juang Pahlawan Kemerdekaan RI berbekal Tombak dan Bambu Runcing dilatari pekik Allahu Akbar ; tidak boleh dan pantang luntur menuju cita cita Kemerdekaan.
#Semangat Bung Rudy Mas’ud Support Suksesnya PORPROV Kalimantan Timur di Kabupaten Paser.
Read More :