PERGESERAN ANGGARAN BAGI KABUPATEN PASER MENDESAK ; DEMI IKLIM BELAJAR NORMAL SISWA SEKOLAH DASAR.

By adm1 on 05 Jan 2026, 08:40 AM

Kandilo.com ; IrmaJaya

Ilustrasi: siswa SD 005 Tepian Batang sedang antri masuk kelas

Mandatory Pendidikan Prioritas:

Pergeseran Anggaran Mendesak: SD 005 Tepian Batang Kekurangan Ruang Belajar. Murid Bergantian Masuk Sekolah.
Di tengah kewajiban mandatory spending pendidikan pada penghujung 2025 dan awal 2026, sebuah fakta ironis mencuat hanya ±5 kilometer dari Kantor Bupati Paser terungkap SD 005 Tepian Batang sudah lebih dari dua tahun terakhir kekurangan ruang belajar.

Dampaknya, jam sekolah terpaksa digilir.
Akibat keterbatasan ruang, proses belajar tidak serentak dimulai pagi hari.
“Murid kelas 3 harus menunggu terlebih dahulu; setelah kelas 2 selesai barulah mereka mulai belajar,” ungkap seorang pengajar kepada media Kandilocom.


Kabar ini membuat Sekretaris Komisi III DPRD Paser, Raniyanto, tersentak.
“Maaf, kami belum pernah menerima pemberitahuan atau pengaduan terkait kondisi ini,” ujarnya jujur. Ia memastikan akan segera mengomunikasikan persoalan tersebut dengan OPD terkait demi menjaga iklim pendidikan di Kabupaten Paser.


Kepala Dinas Pendidikan Paser, Yunus Syam, menegaskan bahwa kendala ini tidak boleh dibiarkan.
“Bagaimanapun, masalah ini harus segera kami komunikasikan, terutama dengan Bappeda, untuk mempercepat solusi,” tegasnya.
Yunus menjelaskan bahwa anggaran darurat saat ini lebih banyak disiapkan untuk rehab ruang kelas rusak dan terdampak kebakaran.

Namun, kekurangan ruang belajar SD 005 disebutnya mendapat perhatian khusus dan akan segera dikonsolidasikan lintas OPD.


Dari Kepala Bidang PPM – Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Bappeda Paser, Rustan mengakui baru mengetahui persoalan ini.
Bila memang mendesak, bisa saja disolusikan melalui pergeseran anggaran, mengingat APBD 2026 sudah disahkan,” ujarnya. Namun, langkah tersebut tetap membutuhkan persetujuan TAPD dan DPRD.
Situasi ini menempatkan pemerintah daerah pada pilihan tegas: menunggu prosedur—atau bergerak cepat menyelamatkan mutu belajar ratusan anak.

Harapan orang tua, murid, dan tenaga pendidik kini bertumpu pada keberanian para pengambil kebijakan untuk membuka ruang dialog, meninjau ulang prioritas, dan mengalihkan anggaran ke kebutuhan yang paling mendesak: kelas yang layak untuk anak-anak Paser belajar hari ini—bukan besok.

Leave a comment