ORARI LOKAL PASER KALIMANTAN TIMUR TAK GOYAH HADAPI ERA DIGITAL.
Kandilo.com : IrmaJaya YD 7 UPR


Undangan Pelaksanaan Muslok XII Paser
ORARI Lokal Paser Gelar Musyawarah Lokal XII, Teguhkan Peran Strategis Komunikasi Radio di Era Digital
Tanah Grogot, Kandilo.com —Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Paser, Sabtu 17 Januari 2026, sesuai jadwal Panitia Pelaksana, menggelar Musyawarah Lokal (Muslok) XII yang dimulai pukul 13.30 Wita.
Organisasi yang kerap disebut komunitas “breaker” ini telah menjaga eksistensinya sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1984; Said Alwidat YB 7 UUL salah satu tokoh pendiri OR lokal Paser bersama dengan Kasdim 0904 saat itu Mayor Kasiman dan mendiang Zaibun ST.
Di tengah derasnya gelombang teknologi komunikasi yang kian sophisticated, ORARI Lokal Paser tetap bertahan dan justru terus membuktikan manfaat nyatanya hingga era digital saat ini.
Keberadaan ORARI dinilai strategis karena masih menjadi pilihan yang andal dan “pede” bagi berbagai kegiatan pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan. Terutama ketika aktivitas membutuhkan pemantauan langsung dan komunikasi lapangan melalui jalur radio VHF/UHF (2 meter band) yang relatif stabil, mandiri, dan tidak bergantung jaringan komersial.
Momentum penting lainnya adalah kontribusi ORARI dalam kegiatan Pramuka, khususnya melalui event Jamboree On The Air (JOTA). Selain mengandalkan kepiawaian anggota ORARI sebagai operator, perangkat komunikasi radio yang disiapkan memungkinkan peserta Pramuka melakukan QSO antarprovinsi secara nasional, bahkan menjangkau JOTA Nasional dan Internasional melalui komunikasi DX ke berbagai negara, dengan dukungan setting teknis dari para senior ORARI
Muslok XII ORARI Lokal Paser diselenggarakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, sebagaimana tertuang dalam undangan resmi yang telah diedarkan melalui grup WhatsApp internal. Agenda utama Muslok meliputi laporan pertanggungjawaban kepengurusan serta pemilihan Ketua dan jajaran pengurus baru untuk masa bakti selanjutnya.
Ketua ORARI Daerah Kalimantan Timur, Aji Ilmudin (YB7UN), telah memastikan kehadirannya untuk memberikan taklimat dan arahan dalam Muslok tersebut.
Sementara itu, Muchsin Parilunggi, Ketua ORARI Lokal Paser yang siap demisioner, juga telah tiba di Tanah Grogot sejak tadi malam. Saat ini Muchsin diketahui menjalankan tugas kesehariannya sebagai salah satu Direktur pada Otorita IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, Muslok juga menjadi ruang silaturahmi antar anggotanya yang dikenal dengan istilah “copy darat” atau eyeball. ORARI yang kerap dijuluki organisasi “murah meriah” karena bebas pulsa ini tetap memiliki tanggung jawab operasional, termasuk kewajiban pembayaran listrik untuk menopang perangkat dan infrastruktur pendukung.
Dalam menunjang efektivitas komunikasi, ORARI Lokal Paser juga telah memiliki Radio Pancar Ulang (RPU). Dengan fasilitas tersebut, anggota ORARI dapat melakukan komunikasi jarak jauh antardaerah dan antarprovinsi, bahkan hanya dengan menggunakan Handy Talky (HT). Sebagai contoh, komunikasi dari Paser (Kaltim) ke Tabalong (Kalsel) dapat dilakukan secara langsung melalui RPU.
Peran ORARI semakin terasa signifikan dalam situasi kebencanaan, seperti pada peristiwa besar di Aceh serta Sumatera Utara dan Barat, di mana komunikasi awal di lapangan banyak mengandalkan HT dan perangkat All Band, dengan dukungan catu daya darurat menggunakan accu saat jaringan konvensional lumpuh.Untuk Kabupaten Paser sendiri freqwently support komunikasi OR Lokal Paser signifikan pada bencana Kebakaran dan atau Korban tenggelam di wilayah perairan Kabupaten paling selatan Kalimantan Timur ini.
Saat berita konsolidasi ORARI Lokal Paser ini dipublikasikan, waktu pelaksanaan Muslok tersisa sekitar ± 2 jam ke depan.
Media online Kandilo.com mengucapkan Selamat Bermusyawarah kepada seluruh keluarga besar ORARI Lokal Paser.
Semoga Muslok XII ini menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan organisasi serta penguatan peran sosial ORARI, dengan dukungan propagasi alami yang senantiasa menyatukan jarak dan kepedulian.
