NU MERETAS SEJARAH KELAHIRAN 1916 HINGGA KE-IKN TAHUN 2026
Kandilo.com : IrmaJaya


Ir Seno Aji Wakil Gubernur Kalimantan Timur ( create by Kandilo.com)
NU Diharap Jadi Penjaga Moral dan Persatuan
Sepaku – KIPP IKN
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus melaju dan menjadi penanda penting arah baru Indonesia.
Di balik progres fisik yang kian nyata, Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan posisinya bukan sekadar wilayah penyangga, melainkan bagian integral dari denyut dan masa depan IKN itu sendiri.
Hal tersebut ditegaskan Ir. Seno Aji, mewakili Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, saat menyampaikan sambutan pada Peringatan Harlah Seabad Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Kemenko 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Sabtu (31/01).
Seno Aji menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan dengan baik dan terarah, sekaligus membuka ruang besar bagi daerah penyangga—terutama Kaltim—untuk menyeimbangkan (balance) pembangunan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual.
“Kalimantan Timur adalah bagian dari IKN. Karena itu, strategi kita bukan menonton, tetapi menjemput peluang, memastikan masyarakat Kaltim tumbuh dan maju seiring pembangunan nasional,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, NU dipandang memiliki posisi strategis.
Seno Aji menilai NU sebagai organisasi besar yang tidak pernah terpecah belah, konsisten menjaga persatuan bangsa, dan memiliki akar kuat di tengah masyarakat.
“Melalui momentum Harlah NU, kita membangun optimisme bahwa Kaltim mampu berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas. NU menjadi kekuatan sosial yang menjaga keseimbangan pembangunan,” ujarnya.
Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Kaltim menaruh harapan besar kepada NU agar menjadi pendamping moral dan sosial pembangunan IKN. Warga NU disebut sebagai saksi sejarah lahirnya ibu kota baru, sekaligus aktor penting dalam memastikan pembangunan tidak kehilangan nilai kemanusiaan.
“NU harus hadir sebagai Islam yang ramah, bukan Islam yang memukul. Islam yang meneduhkan, merangkul, dan membangun peradaban,” kata Seno Aji.
Menurutnya, pembangunan IKN tidak cukup dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur semata. NU diharapkan turut membangun daerah dari seluruh aspek kehidupan—pendidikan, ekonomi umat, kebudayaan, kebangsaan, hingga penguatan akhlak.
Harlah NU, lanjutnya, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi dan konsolidasi untuk memperkuat persatuan, memperteguh nilai akhlak, serta meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah transformasi besar yang sedang terjadi di Kalimantan Timur.
“Selamat Harlah Nahdlatul Ulama. Semoga NU terus menjadi pilar persatuan, penjaga moral bangsa, dan mitra strategis dalam membangun Kaltim dan IKN,” tutupnya.
Dengan sinergi pemerintah daerah, pembangunan nasional, dan peran organisasi keagamaan seperti NU, Kalimantan Timur diyakini mampu menjaga keseimbangan pembangunan—maju secara fisik, kuat secara sosial, dan kokoh secara moral—menuju masa depan Indonesia dari IKN.
