MENTERI LH TETAPKAN STRATEGI HANDLING SAMPAH DI PASER BISA DICONTOH DAERAH LAIN.

By adm1 on 17 Feb 2026, 11:10 PM

Ekslusif: IrmaJaya

Menteri LH Hanif Faisal Nurofiq apresiasi terobosan Pemkab Paser geser sampah menjadi energi patut di kloning Pemda lainnya.(Create by Kandilocom)

Terobosan Bupati Paser Ubah Sampah Jadi Solusi lewat pendekatan intens, akhirnya bisa menghantarkan sampah menjadi manfaat, sampah yang semula menyesakkan nafas karena bau menyengat lewat tumpukan sampah di ibu kota Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, memang sempat menjadi keluhan yang tak terelakkan.

Gunungan sampah di TPA Janju dan Songka seperti “menantang” kepemimpinan Bupati Paser, Fahmi Fadly. Namun, alih-alih menghindar, sosok dokter kesehatan itu justru menjadikannya momentum perenungan dan pancingan kreasi untuk menghadirkan solusi nyata.

Setelah dua kali mengikuti Rapat Koordinasi di Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta serta melakukan studi ke berbagai daerah yang lebih dulu berbenah dalam pengelolaan sampah, keputusan strategis pun diambil.

Fahmi mengadopsi teknologi menengah ramah lingkungan berbasis RDF (Refuse Derived Fuel), dengan metode pengemasan wrapping, sebagai jawaban atas persoalan sampah yang terus menggunung. Langkah ini bukan sekadar teknis, melainkan perubahan paradigma. Sampah yang selama ini jarang dilirik, kini mendapat atensi serius dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi.

Pada periode keduanya memimpin Paser, Fahmi seolah “mencetak gol” penting dengan menggandeng PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai mitra penerima RDF. Bagi Indocement, RDF menjadi sumber energi substitusi batu bara dengan nilai kalori yang kompetitif—bahkan disebut bisa diperoleh hampir separuh harga dibandingkan bahan bakar utama sebelumnya.

Kolaborasi ini sekaligus menekan penggunaan bahan bakar fosil, yang selama ini berisiko melepas emisi CO dan CO₂ dalam proses pembakaran. Artinya, selain efisiensi anggaran dapur produksi semen, ada kontribusi nyata terhadap kualitas udara dan pengurangan jejak karbon.

Lebih jauh, sinergi Pemkab Paser dan Indocement membuka peluang nilai tambah melalui skema perdagangan karbon (carbon trading) di masa depan. Sebuah langkah visioner yang memadukan aspek lingkungan dan ekonomi secara berkelanjutan. Dari sisi kesehatan publik, keputusan ini juga strategis. Pembuangan sampah berdurasi lama di landfill berpotensi menimbulkan penetrasi racun, pencemaran air lindi, hingga risiko gangguan pernapasan akut bagi warga sekitar.

Jika dibiarkan, kondisi itu bisa memengaruhi kualitas hidup masyarakat bahkan berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Paser yang selama ini terjaga.

Harapan konstruktif warga kini dimobilisasi bersama Ketua DPRD Paser, Yudi. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di hadapan Menteri Lingkungan Hidup—anggota Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto—menjadi tonggak penting.

Bahkan, Paser memperoleh apresiasi langsung dari Menteri sebagai daerah dengan terobosan yang layak dijadikan acuan nasional. Pemkab dan DPRD Paser pun membuka pintu lebar bagi daerah lain yang ingin “mengkloning” model pengelolaan sampah ini.

Dari problem klasik menjadi peluang strategis, dari bau menyengat menjadi energi berdaya guna—Paser membuktikan bahwa kepemimpinan yang berani mengambil keputusan mampu mengubah tantangan menjadi legacy pembangunan berkelanjutan

Bagian ke 2; Bersambung

Leave a comment