KEPERCAYAAN BANKALTIMTARA BAGI SRIKANDI MEMIMPIN KCP WUJUD PENGHORMATAN PADA KESETARAAN GENDER.

By adm1 on 29 Jan 2026, 10:41 PM

Kandilo.com ; IrmaJaya

Bankaltimtara already on the right track

Kepercayaan Bankaltimtara kepada Srikandi Perbankan di Jalur Strategis Kabupaten Paser

Tanah Grogot ; Kandilo.com

Bankaltimtara, sebagaimana perbankan nasional lainnya, terus menunjukkan komitmen kuat terhadap kesetaraan peran dan kepercayaan kepada kaum perempuan.

Kepercayaan tersebut tidak semata ditempatkan pada posisi frontliner seperti receptionist atau customer service, melainkan juga pada jabatan-jabatan strategis yang menentukan arah pelayanan dan kinerja perbankan di daerah.

Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, setidaknya terdapat dua “Srikandi” Bankaltimtara yang dipercaya menduduki posisi puncak sebagai Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) di level kecamatan. Mereka bukan hanya memimpin unit kerja, tetapi juga mengawal denyut transaksi ekonomi masyarakat di wilayah yang memiliki nilai strategis.

Salah satunya adalah Ika Yani, yang mengemban amanah sebagai Kepala KCP Bankaltimtara Kecamatan Paser Belengkong, berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Tanah Grogot. Sementara itu, figur perempuan lainnya yang akrab disapa Bunda Uci dipercaya memimpin KCP Kecamatan Kuaro, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota kabupaten.

Menariknya, kedua KCP yang dipimpin para srikandi Bankaltimtara tersebut berada di jalur perlintasan penting menuju provinsi tetangga, Kalimantan Selatan. Hal serupa juga terlihat pada KCP Batu Sopang dan KCP Muara Komam, yang sama-sama berada di koridor pergerakan ekonomi lintas wilayah.

Lintasan Kuaro–Batu Aji serta jalur Paser Belengkong menuju Batu Licin–Kotabaru, Kalimantan Selatan, sejak lama dikenal sebagai akses vital ke arah barat. Paser Belengkong sendiri merupakan kawasan bersejarah, dikenal sebagai lokasi berdirinya Kerajaan Sadurengas. Sementara Kecamatan Kuaro sejak masa bahari telah menjadi persimpangan strategis dan satu-satunya jalur penghubung menuju Kalimantan Selatan, pada masa ketika ruas Tanah Grogot–Batu Licin belum terbuka.

Bahkan, dalam catatan sejarah perencanaan wilayah, pernah muncul wacana di kalangan pemangku kebijakan untuk memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Paser ke Kecamatan Kuaro. Pertimbangan tersebut didasarkan pada analisis planologi saat itu, yang menilai Tanah Grogot berada pada posisi “daerah kantong alias ketiak”, relatif tertutup dan kurang prospektif untuk berkembang sebelum terbukanya akses lintas wilayah.

Seiring terobosan pembangunan infrastruktur dan dibukanya jalur Tanah Grogot–Batu Licin, status wilayah yang sebelumnya terkesan terisolasi berubah menjadi kawasan perlintasan strategis. Pertumbuhan investasi, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit di sepanjang jalur tersebut, turut mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan layanan keuangan.

Menangkap dinamika tersebut, Bankaltimtara menghadirkan fasilitas transaksi keuangan melalui KCP Kerang di Kecamatan Batu Engau. Selain karena potensi ekonomi yang terus tumbuh, pertimbangan jarak Kerang–Tanah Grogot yang mencapai lebih dari 60 kilometer juga menjadi alasan penting.

Bahkan, di Kecamatan Batu Engau telah tersedia fasilitas Rumah Sakit Umum (RSU), sebagai penopang layanan dasar masyarakat. Kehadiran para srikandi Bankaltimtara di titik-titik strategis ini menjadi bukti bahwa kepercayaan, profesionalisme, dan kepemimpinan perempuan memiliki peran nyata dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, sekaligus memperkuat inklusi dan pelayanan perbankan hingga ke wilayah perlintasan dan hinterland.

Leave a comment