IKN KINI TEGAK BERDIRI GEDUNG PEMERINTAH KARENA ADANYA PERAN JIWA DAN AGAMA.

By adm1 on 31 Jan 2026, 12:27 PM

Kandilo.com ; IrmaJaya

Gambar : Pak Bas ditengah massa peringatan 1 abad NU tahun 2026 ( Doc NU Longkali)

Sepaku ; KIPP IKN

Keramahan, kesahajaan, dan keterbukaan Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), kerap menjadi cermin kepemimpinan yang membumi. Sosok yang akrab disapa Pak Bas ini, meski memegang jabatan setingkat menteri, tetap menunjukkan wajah birokrasi yang inklusif dan humanis di lingkungan kerja Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Sikap itu kembali tercermin ketika Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) bersilaturahmi (sowan) untuk menyampaikan maksud penyelenggaraan peringatan Satu Abad NU Tahun 2026 di kawasan IKN. Tanpa sekat, Basuki menyambut baik permohonan tersebut, termasuk pemanfaatan fasilitas di IKN.Sebagai organisasi keagamaan tertua dan terbesar di Indonesia, kehadiran NU dalam ruang pembangunan nasional dinilai wajar dan relevan. Terlebih, manajemen IKN sejak awal menegaskan komitmennya pada pembangunan yang inklusif, terbuka, dan tidak eksklusif, memberi ruang bagi seluruh elemen bangsa untuk turut mengambil bagian.

Momentum NU Kalimantan Timur tersebut juga dimaknai sebagai upaya menyaksikan langsung hasil pembangunan IKN—sekaligus merasakan denyut transformasi kawasan yang kini menjadi simbol masa depan Indonesia—melalui sentuhan kepemimpinan Basuki Hadimuljono. “Kawasan ini dulunya hanya tegakan-tegakan pohon eucalyptus. Kini kita sulap menjadi barisan gedung pemerintahan,”ujar Basuki singkat, sembari menegaskan bahwa pembangunan IKN dilakukan dengan prinsip ekologi berkelanjutan.

Pernyataan itu sejalan dengan latar belakang akademiknya sebagai Sarjana Teknik Geologi UGM (1979), Magister Teknik Sipil Colorado State University, Amerika Serikat (1989), hingga meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Civil Engineering dari universitas yang sama.

Dalam sambutannya sebagai Kepala Otorita IKN, Basuki secara khusus menyinggung peran agama dalam ruang pembangunan fisik. Menurutnya, pembangunan sebesar IKN tidak mungkin berdiri semata di atas kalkulasi teknis dan material.“Tanpa peran agama—tanpa anugerah dan kuasa Allah SWT—pembangunan ini tidak mungkin berjalan seperti sekarang. Agama membentengi keseimbangan antara perencana dan para pekerja,”ungkapnya penuh makna.Pesan tersebut mempertegas bahwa IKN bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan ikhtiar peradaban yang menuntut kejujuran, ketulusan, keberanian, serta keseimbangan antara iptek dan imtaq—nilai-nilai yang selama satu abad lebih telah diperjuangkan NU.

Peringatan Hari Lahir Satu Abad NU yang digelar pada Sabtu (31/01), meski bertepatan dengan hari libur, tetap mendapat perhatian khusus dari Basuki. Ia rela meluangkan waktu sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap NU—bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi sebagai mitra strategis bangsa dalam membangun Indonesia yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dalam konteks itulah, NU hadir bukan sekadar sebagai tamu di IKN, melainkan sebagai penjaga moral, penggerak sosial, dan pelopor pembangunan jiwa bangsa di jantung ibu kota masa depan.

Bersambung

Leave a comment