DUA JALUR BATU KAJANG RAMPUNG: JEMBATAN BUSUI DAN LONGSOR MUARA KOMAM DIKERJAKAN DI AWAL 2026.
Kandilo.com : IrmaJaya


Gambar ; ilustrasi penampakan landslide Batu Butok Kecamatan Muara Komam.
Paser Kalimantan Timur;
Hotmix dengan mobilisasi berjarak sekitar 55 kilometer dari posisi AMP dengan panas di 160 derajat Celsius telah rampung dihampar di sisi Utara jalur dua Batu Kajang.
Kerusakan parah pada ruas dua jalur Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, awalnya dipicu aktivitas angkutan batu bara tanpa izin di jalur Komam–Batu Kajang, akhirnya tuntas diperbaiki.
Hotmix ulang rampung, dan jalur vital tersebut kini kembali dibuka untuk seluruh jenis kendaraan. Isu “angkutan liar” ini sempat menyedot perhatian nasional. Bahkan, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turun langsung melakukan inspeksi. Sejak saat itu, praktik “kucing-kucingan” memanfaatkan jalan negara dihentikan.
Ruas sebelah utara kini mulus. Sementara ruas selatan dijadwalkan dikerjakan pada 2026, dan saat ini memasuki proses penentuan pemenang lelang.
Jembatan Busui Dibongkar Demi Keselamatan, Bailey Dipasang:
Sementara Perhatian publik juga tertuju pada Jembatan Busui, yang rangka baja bagian utaranya bergeser setelah tersenggol truk roda 10. Kondisi tersebut dinilai berbahaya jika tetap digunakan.
Dengan pertimbangan keselamatan, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) memutuskan membongkar jembatan dan merekonstruksi nantinya secara permanen.
Untuk menjaga kelancaran arus Kalimantan — Kaltim, Kalsel, Kalteng hingga Kalbar — jembatan Bailey sementara telah dipasang.
Bersamaan itu, titik longsor (landslide) di Desa Batu Butok, Muara Komam — wilayah perbatasan Tabalong, Kalsel — juga masuk daftar prioritas penanganan di tahun 2026.
PPK Muhammad Idris Djafar: “Semua Ter-handle Januari 2026”
Menjawab pertanyaan media, PPK Muhammad Idris Djafar memastikan proses berjalan sesuai koridor.“Baik Jembatan Busui maupun longsoran di Batu Butok saat ini dalam tahap penentuan pemenang lelang. Setelah pengumuman, langsung masuk pekerjaan.
Mohon masyarakat sedikit bersabar — semua tahapan ini adalah bentuk kepatuhan pada tata kelola keuangan negara,” tegasnya.Terkait kekhawatiran musim hujan, Idris optimistis. Pengalaman pada proyek Jembatan Batu Kajang yang rumit menjadi dasar keyakinannya.“Kita hormati anugerah Allah, tetapi selalu ada celah waktu dan teknologi yang membantu. Doakan penetapan pelaksana segera final agar pekerjaan bisa segera dimulai,” pungkasnya.
Dengan rampungnya perbaikan awal serta kepastian jadwal rekonstruksi, publik Paser patut memberi apresiasi: pengawasan diperketat, keselamatan pengguna jalan diprioritaskan, dan jalur ekonomi lintas Kalimantan kembali terjaga.
