CERMIN RETAK: KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK KALIMANTAN TIMUR TERJUN BEBAS.

By adm1 on 18 Dec 2025, 12:50 AM

Kandilo.com: IrmaJaya

Penulis / editor : IrmaJaya

Ketika ranking Nasional sudah diraih; nasehat “bahari” pertahankan sebuah kata logis , namun mempertahankan sebuah prestasi apalagi se kaliber prestasi Nasional bukanlah hal mudah.

Itulah “transparansi accident” yang dialami Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Diistilahkan dengan bahasa lebih keren “fall down” : why ? karena urutan 10 tangga ke bawah membuat Index Keterbukaan Informasi Publik ( IKIP ) turun dari capaian 3 menjadi 13 ; dari berada di ranking 3 Nasional anjlok ke 13.

Sungguh sebuah fenomena “lossing grade” dadakan hingga membelalakan mata kita semua karena terjunnya tanpa kompromi alias tidak down graduality.

Kemudian, apakah UU 14 /2008 harus mengantar khabar “buruk” tanpa warning terlebih dahulu, bila ia ; dimana letak weakness sebenarnya: apakah obstacle ada pada kinerja lemahnya management ? Mungkin malah tidak ada “delegation of authority” kepada satker yang lebih menguasai pergerakan keterpurukan tadi hingga mengguncang “earthquake” mengejutkan ?Rudy Mas’ud Gubernur Kalimantan Timur sebenarnya adalah sosok yang terbuka, hanya terkadang “shock” dari serbuan wartawan yang acap ‘doorstop’ dan membuat “turbulence” logic frame work dia kurang ter konstruksi. hingga respon terkadang di rasa kurang pas.

Media Online Kandilo.com pernah “menawarkan” kepada Gubernur Rudy Mas’ud untuk menugaskan “juru bicara” layaknya di pemerintah pusat Mr.Prasetyo Hadi.Bahkan mendiang sejawat kita Drs. Haritsyah Rahman pada Kantor Gubernur pernah memikul tugas sebagai “speaker” mewakili Gubernur.Banyak sekali “impact” yang diperoleh bila seperti itu; karena sang speaker akan intens menjalin koordinasi baik internal kantor Gubernur dan ataupun ke OPD sehingga rilis yang di “kunyah” wartawan lebih nyaman dan komprehensif.

Tidak ada pilihan di era digital kini suguhan Pemerintah mesti cepat, tepat, lengkap dan memenuhi ekspektasi wartawan yang pada ending nya juga untuk turut dinikmati masyarakat.

Falldownnya IKIP Kalimantan Timur tentu erat terhubung dengan performance Kabupaten/ Kota yang di payungi nya. Maka “fall.down accident” IKIP tadi juga harus menjadi bahan kontemplasi agar bertekad bersama sama meninggikan kembali citra Kalimantan Timur.Harus dimulai dari tekad yang kuat dan konsisten dimulai dari Kabupaten Kota sehingga indikasi yang sudah terlanjur falling down tadi bisa secara seriusely di “jangkit” setidaknya menyamai altitude semula di posisi 3 Nasional.

Dan “Cermin Retak” kembali dipulihkan dengan tekad dipertahankan ; bahkan bila terbuka peluang makin di tinggikan
Kepada Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman
Purwadi Purwoharsojo, thanks so much
telah menginspirasi kita semua untuk bergerak berkontribusi guna recovery hingga reason ekonomi Kalimantan Timur terhindar dari lesu bahkan stagnan nya trickeldown effect yang sama tidak kita kehendaki.

Di akhir menilai turunnya peringkat Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Provinsi Kalimantan Timur dari posisi tiga besar nasional ke peringkat ke-13 pada tahun 2025 menjadi sinyal kuat melemahnya tata kelola pemerintahan daerah.

Dan warning tadi mesti segera menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk segera mengambil langkah “evaluasi total dan mendalam” ; dengan maksud recovery segera dapat kita gapai.

Leave a comment