CERMIN PEMERINTAH PUSAT BAGI KABUPATEN PASER DAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR.

By adm1 on 09 Jan 2026, 03:16 AM

Kandilo.com ; IrmaJaya

Respect and appreciation to President Prabowo Subianto and his team for their leadership and service to the nation.”

Paser Kalimantan Timur;

Diusia antara 70-80 tahun Presiden RI ke -8 Prabowo Subianto terlukis indah di hati sanubari rakyat Indonesia dan keindahan tadi tentu di rasakan oleh Bangsa Indonesia , melalui konsistensi Prabowo menuju bangsa Indonesia bermartabat , adil dalam kemakmuran dan makmur berkeadilan.

Baru lebih kurang setahun tiga bulan dirinya memimpin bangsa majemuk ini Prabowo dan Gibran memulai dengan keberanian ihwal pemberian MBG bagi siswa directly asupan bergizi pula bagi Bumil yang semuanya terkonsentrasi dan dimaksudkan agar generasi Indonesia di kedepan nya siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bukan itu saja “kebijakan sakral” sang Presiden tentu tepat di tengah konflik global yang masif mengalami pergeseran mulai dari “malapetaka Gaza“; Ukraina Rusia ; India Pakistan; Thailand Kamboja dan akan banyak lagi potensi antar negara yang bakal membuat kita miris; dimana terakhir AS lewat adidaya nya “menjemput paksa” Presiden Venezuela dan istri untuk “dikandangkan” hingga terpaksa lahir pemimpin darurat di Negeri yang juga menyimpan kekayaan migas yang dari hari ke hari menjadi ajang perebutan dengan vulgar nafsu keserakahan.

Beralasan lah mengapa Presiden Prabowo Subianto berlatar militer membaca fenomena diatas lebih gesit dari kebanyakan pemangku jabatan di Pemerintah dan terbukti ketika sebuah negara weakness di bidang militer; akan bisa dengan mudah “dicaplok” dan membuat wajah negeri tadi “birai” di tengah kancah international.

Lagi di Dalam Negeri ; Koruptor disikat tanpa memandang kasta pribadi kah ; koorporasi kah. Lewat tekadnya terhimpun ribuan trilyun dan secara terbuka di deliver ke kas Negara tanpa “di goreng goreng”, Penyerahan di depan Jutaan mata Warga RI dilaksanakan sangat transparan.

Nah selayak itulah seharusnya transparansi tata kelola keuangan di daerah se Nusantara begitupun Kalimantan Timur dan Kabupaten Paser.

Di Panggung Negara Presiden Prabowo tanpa membuang waktu ketika sejumlah Menteri yang kinerja nya lemah segera diganti ; lalu di duduk kan figur figur mumpuni.

Perkembangan menonjol menunjuk sosok manager bertanggung jawab melalui “direct report” Menteri Pertanian RI Prof Amran Sulaiman ; tegas memberi punisment alias sangsi bagi sebelas Dirjen dan atau pejabat selevel itu di pecat oleh Amran ; karena penerima sangsi tadi terjebak dan atau terseret laku tidak terpuji laksana virus covid yang setiap saat mengancam keberhasilan program prioritas Pertanian.

Prabowo pun tidak irit dengan apreasiasi bagi semua pihak yang telah berhasil meng akselerasi swasembada pangan di akhir tahun 2025 karena memang fakta nya demikian ; dan Prabowo lalu bersyukur atas anugrah dan kerja keras tadi.

Lalu bagaimana dengan pejabat di Daerah; beranikah Pimpinan tertinggi di Daerah melangkah haqqul yakin seperti dicontohkan Presiden ?

Memang sebuah pertanyaan yang menggoda dan sangat menggelitik !

Mengapa Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berani terbuka mengakui kinerja OPD nya yang level nya masih tertinggal di ucap kan nya secara terbuka.

Lagi “tindakan keberanian tersebut merupakan kompas” bagi Pejabat di Daerah. Apa yang di pertunjukkan oleh Prabowo dan Gubernur Sherly Tjoanda Laos sosok hawa yang berani ; Nah bagaimana dengan Kalimantan Timur dan Kabupaten Paser ?

Kendati tingkat “obstacle” from him self terhadap sosok sosok pemangku OPD sudah maka ” gebrakan gercep” Prabowo sudah seharusnya menjadi ikutan bagi Kepala Daerah.

Why must ? tentu Karena warga masyarakat – your society not blind.

Laku dan Kinerja pemangku OPD memang banyak yang terjebak pada weakness of management hingga berpotensi bahkan ada yang sejelas nya dengan sengaja melanggar kepatutan dan peraturan.

Jika weakness itu yang di transparan kan maka jelas seharusnya yang bersangkutan menerima sangsi bukan malah mendapat reward pembelaan.

Nah Presiden Prabowo tidak menghendaki hal selayak itu terjadi dan dipertontonkan.

Jika sikap pembelaan kepada yang salah malah jelas jelas tidak layak dipertontonkan maka pertunjukkan itu akan menyeret warga masyarakat pada sikap jenuh , apatisme dan dampak terburuk adalah berpotensi menggumpal nya kelompok “loose of confidence” bagi Pemerintah dan itulah yang dihindari, diupayakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Itulah mengapa atas capaian Program Prioritasnya Prabowo acap menyebut ; We are already on the right track.

Bagi pemangku di Daerah maka mulailah dari hal yang kecil ; disiplin kan diri sendiri lalu disiplinkan pemangku OPD jangan memelihara hobby saling lempar tanggung jawab; padahal bermula dari weakness from your self.

Akhirnya pada level apa dan dimana saja penempatan nya belajarlah bertanggungjawab pada kemampuan diri sendiri lewat kontemplasi dan keberanian mengkoreksi kesalahan demi terus memupuk kepercayaan publik bukan membuat publik gaduh.

The Kandilocom closed statement: Happy anniversary Kaltim dan Kabupaten Paser.

Leave a comment