17 RIBU KOPDES DI MARET 2026 SIAP OPERASI : 3 KOPDES PASER MASUK KLUSTER AWAL.
Kandilo.com ; IrmaJaya


Gedung Kopdes Paser siap operasi; dan kiri atas Yusuf Kepala Disperindagkop Paser ( Doc.Kandilocom)
Danrem dan Dandim optismis;
Paser, Kalimantan Timur ;
Akselerasi program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) mulai menunjukkan denyut nyatanya di daerah. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, pemerintah menargetkan sekitar 17 ribu Kopdeskel di seluruh Indonesia sudah mulai beroperasi pada Maret 2026, lengkap dengan gedung gerai dan kantor baru.
Target ambisius itu bukan sekadar angka. Di Kabupaten Paser, percepatan sudah memasuki fase konkret. Dua pekan lalu, Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul turun langsung memastikan progres pembangunan gedung Kopdes.
Kunjungan tersebut menjadi sinyal bahwa program ini berada dalam pengawalan serius lintas sektor.
Didampingi Dandim 0904/Tanah Grogot Letkol Inf Rommy, Danrem meninjau sejumlah titik pembangunan. Hasilnya? Optimis.
“Di Kabupaten Paser siap tiga Kopdes beroperasi,” tegas Brigjen Anggara sesaat sebelum meninggalkan Desa Lolo menuju Samarinda.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Paser, Yusuf, membenarkan pernyataan tersebut. Ia menyebut tiga Kopdes yang masuk kluster awal memang diproyeksikan menjadi pionir operasional.
“Benar, itu penegasan Danrem. Tiga Kopdes siap beroperasi,” ujarnya kepada Kandilocom seraya menyela bahwa PT Agrinas akan all-out mensupport komoditas yang bakal di perdagangkan.
Namun skala program di Paser jauh lebih besar. Yusuf mengungkapkan, total pembangunan gedung Kopdes di daerah ini mencapai 60 titik dengan progres bervariasi. Meski belum seluruhnya rampung, aktivitas fisik terus bergerak.
Pantauan di lapangan menunjukkan gedung Kopdes Senaken dan Kopdes Lolo KPJ telah berdiri dan siap difungsikan. Sementara untuk Kecamatan Paser Belengkong, operasional sudah berjalan sejak awal, bertepatan dengan penandaan peluncuran program oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dari sisi pembiayaan, percepatan ini ditopang suntikan dana besar. Ruslan Roslani dari Danantara mengungkapkan, dana ke PT Agrinas telah dicairkan lebih dari Rp138 triliun untuk mendukung pembangunan gedung Kopdes secara nasional. Di Paser, PT Agrinas disebut terus mengakselerasi pengerjaan agar target Maret 2026 tidak meleset.
Pengawalan oleh Danrem dan Dandim bukan tanpa alasan.
Program ini masuk daftar prioritas Presiden Prabowo, yang menghendaki koperasi menjadi mesin penggerak ekonomi desa. Dengan basis konstitusional Pasal 33 UUD 1945, koperasi kembali ditegaskan sebagai “soko guru” perekonomian nasional.
Jika ritme pembangunan di Paser konsisten dan tiga Kopdes awal benar-benar operasional dalam waktu dekat, daerah ini berpotensi menjadi model percepatan di Kalimantan Timur. Tantangannya bukan lagi pada pembangunan fisik semata, melainkan bagaimana memastikan koperasi benar-benar hidup: menjalankan usaha produktif, memutar modal, dan memberdayakan warga.
Maret 2026 tinggal hitungan bulan. Pertanyaannya, apakah 17 ribu Kopdeskel benar-benar siap berlari serentak?
Paser telah memulai langkah. Kini publik menunggu pembuktian di lapangan—bahwa koperasi bukan sekadar proyek gedung, melainkan fondasi baru kebangkitan ekonomi desa
