JASAD MH(36) KORBAN KEGANASAN BUAYA MESKI TIDAK UTUH DIMAKAMKAN.
Sumber Tim SAR / Editor ; IrmaJaya


Kesabaran; Ketelitian; Keikhlasan SAR
Keluarga Ikhlaskan;
Kerang Batu Engau ;
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo melalui dua tonggak kesatuannya ; yakni Kapolsek Batu Engau AKP Hadi Purwanto dibersamai Kepala Satuan Polairud AKP Andi Ferial sekaligus Ketua Tim SAR – Search and Rescue Kabupaten Paser , setelah dua hari menyisir titik kejadian, akhirnya berhasil menemukan tubuh korban
Pihak Keluarga Korban tewas diterkam reptil ganas Buaya di sungai Sangkuranai Kerang Kecamatan Batu Engau Kabupaten Paser Kalimantan Timur ikhlas atas bencana yang menguji mereka, berlandaskan keyakinan akan takdir Sang Maha Kuasa membuat mereka memutuskan untuk menguburkan MH .
Mengacu potongan tubuh pada bagian vital , maka SAR tetap melanjutkan penyisiran dan pencarian bagian tubuh terpotong juga tercabik oleh ulah Buaya Ganas tersebut
AKP Hadi Purwanto dan AKP Andi Ferial adalah dua sosok Polisi yang bersinergi dengan Damkar, .Palang Merah Indonesia Kabupaten Paser ; Basarnas Balikpapan serta BPBD Kabupaten Paser
Kronologi nya Korban MH saat itu sedang menjala udang di sungai tersebut pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 14.30 Wita.Pada hari Minggu, korban yang didampingi saksi, R (43), lanjut meluruskan niat nya menjala udang di sekitar Sungai Sangkuranai Blok C47/48, PT. Pradiksi Gunatama Tbk. Tiba-tiba, saksi mendengar teriakan korban dan melihatnya diterkam oleh seekor buaya. Korban kemudian diseret ke dalam sungai, sementara saksi berusaha mencari pertolongan dan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.
Setelah menerima laporan, berbagai pihak terkait bergerak cepat.
Tim SAR yang terdiri dari Satpolairud Polres Paser, Polsek Batu Engau, Koramil 08/Batu Engau, Basarnas Balikpapan, BPBD Kab. Paser, Satpol PP Kab. Paser, PMI Kab. Paser, serta Damkar Kab. Paser, bersama dengan masyarakat setempat, melakukan pencarian yang dilakukan hingga dua hari berturut-turut.
Pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 Wita, warga menemukan potongan tubuh yang diduga milik korban, sekitar 200 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian. Kemudian, sekitar 500 meter hilir dari TKP, ditemukan potongan kaki sebelah kanan yang juga diduga milik korban.
Meski begitu, hingga saat ini, bagian tubuh lainnya seperti kepala dan tangan kiri korban belum ditemukan.Pihak kepolisian setempat melakukan evakuasi terhadap potongan tubuh yang ditemukan dan langsung membawanya ke rumah duka untuk pemakaman.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban, sesuai dengan keputusan keluarga. Pemakaman berlangsung pada pukul 11.30 Wita di Pemakaman Umum Desa Petangis, RT 01.Pencarian terhadap sisa tubuh korban yang hilang, termasuk kepala dan tangan kiri, masih terus dilakukan. Tim SAR akan melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.
Masyarakat sekitar turut serta dalam upaya pencarian ini, menunjukkan kerjasama yang solid antara tim SAR dan warga setempat.Kapolsek Batu Engau, yang memimpin langsung operasi pencarian, menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama semua pihak yang terlibat. “Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dan seluruh tim SAR.
Pencarian ini merupakan contoh nyata solidaritas dalam menangani bencana dan musibah di wilayah kita,” ujar Kapolsek.Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah rawan buaya. Pihak berwenang juga menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar perairan yang diketahui menjadi habitat buaya.
Pencarian masih berlangsung, dan masyarakat diminta untuk tetap mengikuti perkembangan informasi lebih lanjut melalui saluran resmi.
kandilo.com ; bersama Humas Polres Paser dan Polairud
