EMPATI MAPOLRES PASER DAN YAYASAN DIPASANA LONGIKIS DI DROP UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR KABUPATEN BALANGAN.

By adm1 on 12 Jan 2026, 02:26 PM

Report Kontributor Kandilo.com/Editor IrmaJaya

Gambar; Dokumentasi Anggota dari Longikis Kabupaten Paser serahkan paket bantuan untuk warga terdampak di Desa Bukit Tinggi Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan ( Doc.ORARI )

Long Ikis, Kabupaten Paser

Di ruang kemanusiaan yang menuntut empati dan kepedulian tanpa sekat wilayah, rasa kemanusiaan warga Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mengalir deras menuju Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, yang tengah dilanda musibah banjir akibat hidrometeorologi ekstrem.

Empati tersebut menjelma menjadi gerakan sosial kemanusiaan lintas provinsi, diprakarsai langsung oleh Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo yang didelegasikan kepada Kapolsek Longikis ; Iptu Slamet Hafidin bersama Agus Tosa, Ketua Yayasan Dipasana. Dalam waktu singkat, bantuan natura berhasil dihimpun dan disalurkan kepada warga terdampak banjir, khususnya di Desa Bukit Tinggi, Kabupaten Balangan.

Sinergi kemanusiaan ini bagaikan medan magnet kuat yang menarik berbagai elemen untuk bersatu. Sejumlah organisasi turut ambil bagian, di antaranya KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia), serta organisasi sosial lainnya. Mereka bahu-membahu menghimpun bantuan berupa bahan kebutuhan pokok dan keperluan harian warga terdampak.Seluruh bantuan yang terkumpul kemudian dikemas rapi dalam bentuk bingkisan, dengan fokus utama pada kebutuhan pangan harian. Melalui koordinasi yang terstruktur, Kapolres Paser menugaskan jajaran Polsek Long Ikis di bawah komando Kapolsek IPTU Slamet Hafidin untuk segera memberangkatkan bantuan tersebut.

Sebanyak empat unit kendaraan pick up double gardan dilepas menuju wilayah terdampak.Berdasarkan informasi lapangan melalui jaringan komunikasi ORARI, rombongan bergerak menembus medan berat menuju pelosok Desa Bukit Tinggi. Jarak tempuh mencapai kurang lebih 275 kilometer, melewati jalur berbukit dengan waktu perjalanan sekitar tujuh jam.Tak sekadar menurunkan bantuan, rombongan memilih pendekatan humanis dan psikologis, dengan mendistribusikan bantuan langsung dari rumah ke rumah.

Sentuhan ini menjadi penguat mental bagi warga yang tengah berjuang menghadapi dampak banjir.Kelelahan panjang—mulai dari persiapan pelepasan, perjalanan berjam-jam, hingga proses distribusi—seolah sirna ketika senyum dan rasa syukur terpancar dari para penerima bantuan. Inilah esensi gerakan sosial kemanusiaan: berbagi tanpa pamrih, melintasi batas administratif Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Setelah seluruh rangkaian misi kemanusiaan rampung, rombongan yang berjumlah sekitar 20 personel telah kembali ke domisili masing-masing di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.Namun, di balik suksesnya misi tersebut, perhatian dan doa mengalir untuk Hj. Hadiyanah, A.Md.Keb, yang saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS P. Sebaya Tanah Grogot akibat kelelahan. Diketahui, beliau adalah istri dari Agus Tosa, Ketua Yayasan Dipasana, yang sejak awal aktif mendampingi kegiatan kemanusiaan ini.

Berdasarkan informasi terbaru, kondisi Hj. Hadiyanah masih dalam tahap observasi medis guna memastikan kestabilan kesehatannya. Dukungan doa dari seluruh simpatisan dan relawan terus mengalir, sebagai wujud solidaritas bagi pejuang kemanusiaan yang telah mengabdikan tenaga dan empatinya untuk sesama.

Leave a comment